Selamatkan Hak Pilih Pemilih Potensial

0
839
KPU Kota Kupang

kpu-kota-komisionerNTTTERKINI.COM, Kupang – Kantor Komisi Pemilih Umum (KPU) Kota Kupang tampak sibuk dengan berbagai dokumen yang berserakan di meja- meja dalam kantor tersebut. Tampak pegawai hilir mudik memindahkan dokumen yang cukup tebal. Belum diketahui apa isi dokumen yang tersimpan rapi dalam map. Ternyata dokumen itu berisikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) calon pemilih yang invalid hasil verifikasi Daftar Penduduk Pemilih Potensial (DP4).

Dari hasil verikasi data DP4 yang dilakukan KPU Kota Kupang ditemukan sebanyak 9.341 pemilih dari 237.328 yang telah terdaftar dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS). Mereka ini pun terancam tak akan menggunakan hak pilihnya pada Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Kota Kupang serentak pada 15 Februari 2016. “9.341 yang invalid sehingga harus diverifikasi lagi,” kata juru bicara KPU Daniel Ratu kepada NTTterkini.

Mereka dianggap invalid, karena Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (NKK) tak terlacak . Tak kehilangan akal, KPU Kota Kupang bergerak cepat dengan melakukan koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan sipil (Disdukcapil) Kota Kupang untuk melakukan verifikasi nama- nama yang invalid, karena tidak terekam sebagai pemilik KTP elektronik (e-KTP). Data jumlah yang diserahkan KPU Kota Kupang sempat berbeda dengan jumlah penduduk yang belum miliki e-KTP hanya sebanyak 7.616.

“Kami kesulitan verifikasi, karena ketidakcocokan soft copy dari KPU dengan soft copy Dispendukcapil Kota Kupang,” kata Kepala Dinas Dispendukcapil, David Mangngi, Jumat, 2 Desember 2016.

Walaupun sulit Disdukcapil tetap melakukan verifikasi, dan dari hasil verifikasi masih terdapat 3000 lebih yang invalid. KPU Kota Kupang pun mendapat sorotan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait dengan invalidnya ribuan pemilih yang terdaftar dalam DPS.

Bawaslu pun merekomendasikan penetapan DPT yang dijadwalkan pada 6 Desember 2016 ditunda ke 13 Desember 2016, karena validitas data pemilih diragukan. “Kami menemukan sejumlah fakta bahwa setelah penetapan DPS perbaikan ada sejumlah perubahan yang dilakukan oleh KPU,” kata Ketua Bawaslu NTT, Nelche Ringgu.

KPU Kota Kupang pun menuruti perintah Bawaslu dan terus melakukan perbaikan daftar pemilih yang akan ditetapkan dalam DPT pemiliha Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang. Upayakan yang dilakukan KPU Kota Kupang pun berbuah hasil, karena dari jumlah 3000 itu, hanya tersisa 84 pemilih yang dianggap invalid. Karena NIK-nya tidak mencapai 16 digit. “Mereka dikatakan invalid, karena pada NIK dan NKK hanya terdapat 14 dan 9 digit, seharusnya 16 digit,” kata Dani.

Upaya- upaya yang dilakukan KPU merupakan salah satu bentuk keras KPU agar semua warga Kota Kupang yang punya hak pilih, bisa menggunakan haknya pada Pilkada nanti. Kerja keras ini pun akhirnya KPU Kota Kupang menetapkan DPT Pilkada Kota Kupang sebanyak 235.265 pada 13 Desember 2016.

DPT yang ditetapkan tersebar di enam kecamatan yakni Oebobo 53.578 pemilih, Kota Raja, 32.885, Kelapa Lima 40.457, Kota Lama 20.555, Alak, 38.127 dan Maulafa 49.663 pemilih. Jumlah pemilih ini akan disebarkan di 660 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di 51 kelurahan.

Kerja keras KPU Kota Kupang ini menjadi catatan tersendiri agar masyarakat bisa mengunakan hak pilihnya pada hari H nanti, dan mengalami peningkatan dibandingkan pada Pemilu Legislatif dan Presiden lalu. “Tidak ada pemilu tanpa pemilih”. (Lidya Radjah)

Komentar ANDA?