Home / Pendidikan / Seminar Internasional Unwira Kupang Bahas Multi Aspek

Seminar Internasional Unwira Kupang Bahas Multi Aspek

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Pater Philipus Tule dan Marianus Kleden

NTTTERKINI.COM, Kupang – Seminar internasional yang digelar Universitas Widya Mandira (Unwira) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 20 Oktober 2018 akan membahas multi aspek antara Indonesia- Timor Leste, diantaranya aspek ekonomi, sosial budaya, politik dan kesejangan sosial.

“Banyak masalah yang dihadapi antardua negera ini, seperti perbatasan antardua negara, ekonomi dan kesejangan sosial,” kata Ketua Panitia Seminar internasioanl Unwira Kupang, Marianus Kleden saat konfrensi pers, Jumat, 19 Oktober 2018.

Ketua Panitia, Marianus Kleden mengatakan, seminar internasional ini bertujuan menyajikan sejumlah hasil penelitian dalam berbagai aspek/ konteks kehidupan masyarakat Timor (Timur dan Barat) melalui pendekatan interdisipliner.

“Substansi pelaksanaan seminar internasional ini terdiri dari dua sesi besar, yakni pembahasan oleh pembicara kunci dan pemaparan hasil kajian oleh dosen Unwira,” katanya.

Pembicara kunci akan dibawakan Karel Steenbrink (Profesor emeritus dari Universitas Utrecht Nedetherland) dengan pokok bahasan ‘The Historical Link of Catholic Church in East and West Timor.’ Tema kajian ini akan memaparkan tentang Hubungan Sejarah Gereja Katolik antara Timor Timur dan Timor Barat.

Baca Juga :  Pendaftaran Siswa Baru di Kota Kupang Gratis

“Orang Timor Leste bersama dengan orang Noemuti, Larantuka, dan Sikka mewarisi ritual-ritual keagamaan yang hampir sama dan karenanya dapat dikembangkan sebagai aset pariwisata religius,” ujarnya.

Rektor Unwira Kupang, Pater Dr. Philipus Tule mengatakan seminar internasional itu mengusung tema “The Power of Proximity between East and West Timor. Bridging the Social, Political, Economic and Cultural Gaps” atau terjemahan bebasnya Kekuatan Hidup Bertetangga antara ‘Timor Timur’ dan Timor Barat. Menjembatani Kesenjangan Sosial, Politik, Ekonomi dan Budaya.

“Jadi ‘timur’ dan ‘barat’ lebih menunjuk pada aspek kewilayahan dan bukan administratif. Dalam seminar ini akan dibahas terkait banyak aspek,” ungkapnya.

Dia mengatakan, segenap kondisi sosial, ekonomi, dan politik mendorong kalangan intelektual dari Unwira Kupang untuk bisa memikirkan berbagai hal yang bisa dilakukan dalam rangka mengatasi kesenjangan sosial, politik, ekonomi di antara Indonesia-RDTL.

Baca Juga :  Kuatir USBN SD Kisruh, PPO NTT Distribusi Naskah

Bahasan seminar ini mengambil latar kelompok budaya Timor terutama didasarkan pada pertimbangan keunikan realitas kehidupan orang Timor yang yang dipisahkan oleh dua negara meski datang dari warisan kebudayaan yang sama. Diantaranya, persoalan hambatan pembangunan di Timor karena faktor mental kebudayaan, tarik-ulur masalah konflik sosial di kamp pengungsian, bentuk-bentuk kekerasan di sepanjang wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste, dan lainnya.

“Sehingga melalui seminar ini akan dibahas ragam bentuk persoalan yang diangkat berdasarkan kajian yang dilakukan baik di Timor Timur maupun di Timor Barat. Seminar ini menargetkan perumusan dan pemecahan masalah seputar aras pembangunan di kedua negara,” katanya. (*/Ado)

Share Button

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]