Home / Sosbud / Sempat Diprotes Warga, Jalan Ikan Foti Sudah Bisa Dilintasi

Sempat Diprotes Warga, Jalan Ikan Foti Sudah Bisa Dilintasi

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Komisi IV DPRD NTT saat pantau ruas jalan Ikan Foti

NTTTERKINI.COM, Kupang – Pengerjaan jalan rabat beton sepanjang 540 meter dengan lebar 6 meter  di Ikan Foti, Nekamese, Kabupaten Kupang yang telah selesai dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Nusa Tenggara Timur (NTT) akan di buka untuk transportasi umum pada Senin, 24 September 2018.

“Senin ini, kami sudah buka ruas jalan ini untuk masyarakat umum,” kata PPK pengerjaan jalan itu, Januarius Leba kepada wartawan saat meninjau lokasi pembangunan jalan itu bersama komisi IV DPRD NTT, Selasa, 18 September 2018.

Pengerjaan yang sebelumnya mendapat protes masyarakat, karena dikerjakan secara swakelola oleh Dinas PU itu.

Menurut dia, proyek itu dikerjakan dengan dana sebesar Rp 1 miliar, namun dibagi untuk dua pengerjaan, salah satunya di Ikan Foti, dan jalan lingkar luar Kupang- Tablolong yang sempat ditutup. “Proyek ini sudah dikerjakan sejak Maret 2018 lalu,” katanya.

Baca Juga :  NTT Penyumbang TKI Ilegal Tertinggi

Dia mengatalan pengerjaan rabat beton dilakukan dengan sistem rabat beton tulangan atau redemix, sehingga butuh waktu selama 28 hari untuk pengeringan.

“Kenapa tidak ada besi, karena rabat beton tulangan, tidak ada beton. Terkait dengan mutu, kami beli produk redemix,” katanya.
 
Namun, dia memastikan pekan depan jalan ini sudah bisa dilalui kendaraan yang melintas, namun dia membatasi kendaraan dengan berat diatas 10 ton agar tidak melintas di jalur itu.
 
Kenapa dikerjakan secara swakelola, jelas dia, secara aturan, Dinas PU bisa kerjakan proyek secara swakelola, karena minimnya dana, dan gagal tender. “Ada beberapa proyek yang sudah kami kerjakan secara swakelola,” ujarnya.

Ketua Komisi IV DPRD NTT, David Melo Wadu mengatakan peninjauan ini dilakukan, karena adanya protes maayarakat terkait pengerjaan secara swakelola oleh Dinas PU NTT. “Kami ingin pastikan pengerjaan jalan ini. Apakah sesuai aturan atau tidak,” katanya.

Baca Juga :  Waspada, Angin Kencang dan Gelombang Tinggi Landa NTT

Dari hasil kunjungan itu, Komisi IV menemukan banyaknya longosoran di kiri jalan, sehingga bisa membahayakan kendaraan yang melintas. Karena itu, dia menghimbau kepada Dinas PU agar melakukan kajian agar bisa dibangun jalan di ruas utama.

“Ini jalan satu-satunya ke Amarasi Barat, tidak ada alternatif lain, sehingga harus dikaji secara baik, sebelum dikerjakan. Karena rawan longsor,” katanya.

Dia berjanji akan membahas bersama pemerintah NTT untuk mengalokasikan anggaran pada 2019 untuk kelanjutan pengerjaan jalan Kupang- Amarasi Barat itu. “Kami akan rekomendasikan untuk pembngunan jalan Kupang-Baun,” ujarnya. (Ado)

Share Button

Komentar ANDA?

Tags : # #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]