Home / Hukrim / Sidang NTT Fair, Saksi Tak Bisa Pastikan Amplop ke FLR Isi Uang

Sidang NTT Fair, Saksi Tak Bisa Pastikan Amplop ke FLR Isi Uang

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Sidang kasus NTT Fair

NTTTERKINI.COM, Kupang – Dua orang saksi yang dihadirkan dalam sidang kasus dugaan korupsi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) tak bisa paatikan amplop yang disimpan di meja mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya (FLR) adalah uang.

“Saya hanya menaruh amplop yang diserahkan om Bobi di atas meja pak Gubernur (Frans Lebu Raya-red),” kata Aryanto Rondak, mantan ajudan FLR saat memberikan keterangan dalam sidang kasus NTT Fair dengan tersangka Linda Julianto, Selasa, 26 November 2019.

Pengadilan Tipikor Kupang kembali menggelar sidang kasus dugaan korupsi NTT Fair yang dipimpik hakim ketua, Fransiska Paulina Nino dan hakim anggota Ali Muhtarom dan
Ibnu Kholiq.

Aryanto mengaku dirinya disampaikan oleh mantan kepala dinas PRKP, Yulia Afra bahwa staf akan datang mengantar titipan bagi Gubernur NTT, Frans Lebu Raya. Titipan berupa amplop berwarna cokelat bermotif batik diantar oleh staf honorer dari dinas PRKP atas nama Boby Adrianus Lanoe.

Baca Juga :  Hendak Ditahan Tersangka Korupsi Pingsan

“Saya menilai karena ini sifatnya pribadi, maka saya tidak membukanya. Saya langsung melapor ke pak Gubernur (FLR) dan disuruh ditaruh diatas meja,” katanya.

Saksi lainnya, Boby Adrianus Lanoe mengaku diperintahkan oleh kadis PRKP saat itu, Yulia Afra untuk mengantarkan amplop ke ajudan FLR. “Saya dipanggil ibu kadis untuk mengantar amplop ke ajudan pak Frans. Saya hanya disuruh mengantar amplop yang dikatakan ibu kadis berisikan uang,” katanya.

Dia mengaku dua kali diminta ibu kadis mengantarkan uang ke FLR, namun dia mengaku tidak tahu sumbernya darimana, karena hanya diminta mengantarkan oleh ibu kadis. “Saya hanya disuruh mengantarkan amplop itu,” tegasnya.

Mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya membantah adanya amplop berisikan uang yang diserahkan ke dirinya terkait kasus dugaan korupsi NTT Fair. “Banyak amplop yang masuk ke meja saya setiap hari. Tidak ada satupun amplop yang berisikan uang. Ada blok note dan lainnya,” kata Frans.

Baca Juga :  Kasus NTT Fair, FLR: Pengangkatan Pejabat Ada Mekanismenya

Terkait dengan terdakwa Linda, Frans mengaku pernah bertemu dengannya di ruang kerja terkait proyek pembangunan 50 rumah untuk atlit NTT usai mengikuti PON Jawa Barat lalu. “Dia (Linda) datang kepada saya, dan mengatakan bahwa lahan pembangunan perumahan bermasalah. Saya katakan tidak bisa. Silahkan ketemu Sekda,” jelasnya.

Linda juga tak membantah pernah bertemu Frans Lebu Raya diruang kerja beberapa waktu lalu. “Saya kenal pak Frans, karena pernah bertemu,” kata Linda.

Sidang kasus NTT Fair akan dilanjutkan Selasa depan, 3 Desember 2019. (*/Ado)

Share Button

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]