Home / Pendidikan / Siswa SD Gagal Jantung Butuh Biaya Operasi

Siswa SD Gagal Jantung Butuh Biaya Operasi

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

NTTTERKINI.COM, Kefa – Maria Yanti Igniosa Oki, 11 tahun, siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sasi yang menderita gagal jantung membutuhkan biaya untuk operasi. Walaupun menderita sakit, Maria tetap mengikuti Ujian Nasional (UN) Sekolah Dasar (SD).

“Saya selalu siap mengikuti Ujian Nasional. walaupun menderita sakit,” kata Maria kepada wartawan, Selasa, 7 Mei 2013.

Di sekolah, Maria ke selalu dibekali beberapa jenis obat sesuai resep dokter agar Maria tidak terganggu dalam mengerjakan soal UN. Obat yang dibekali berupa penahan rasa sakit sesuai resep dokter, seperti obat mata di saat memerah dan mengeluarkan darah, jika mengalami panas tinggi.

Sakit yang dideritanya bukan penghalang untuk dirinya tetap melanjutkan studi, walaupun penyakit yang dideritanya diusia belia tergolong ganas. “Saya akan menyesal jika tidak mengikuti UN. Karena saya mau sekolah setinggi mungkn,” katanya.

Baca Juga :  Mahasiswa Segel Kampus Universitas Muhammadiyah Kupang

Selama mengikuti UN, Maria selalu diawasi ibunya, Magdalena, yang kuatir dengan kondisi anaknya yang sedang menderita sakit gagal jantung. “Saya kuatir dengan kondisi anak saya yang sedang sakit,” katanya.

Dia mengaku Maria kerap terlihat harus bertahan melawan serangan jantung dengan mengatur napas agar terhindar dari gejala sesak di dada. Bahkan jika panas tinggi pada matanya yang sering mengeluarkan darah segar. Maria juga sering mengeluhkan dada sebelah kiri nyeri dan sakit menusuk. “Dia (Maria) sering mengeluh sakit saat mengikuti ujian,” katanya.

Menurut dokter, kata Magdalena, Maria mengidap jantung bawaan dan kemungkinan terjadi kontak pestisida saat masih di kandungan. Sesuai rencana usai mengikuti UN, 15 Mei 2013, Maria akan dirujuk ke Surabaya guna mendapat perawatan intensif kemudian dioperasi. Namun, ibunya pasrah dan mengharapkan bantuan sesama, karena ketiadaan biaya untuk operasi anaknya. “Saya pasrah saja. Semoga ada yang mau membantu anak saya untuk di operasi di Surabaya,” katanya. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]