Home / Hukrim / Siswi SMP “Digarap” Pamannya

Siswi SMP “Digarap” Pamannya

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

NTTTERKINI.COM, Kefa – Seorang siswa SMP di Kecamatan Bikomi Utara, Timor Tengah Utara (TTU), sebut saja Bunga , 13 tahun, (nama samaran) “digarap” pamanya sendiri, Gregorius Kolo, 58 tahun, warga kampung Pus Muti, Desa Tes.

Akibatnya, gadis belia itu harus mengandung anak pamannya yang telah memasuki lima bulan. Aksi pamanya tercium, Selasa, 12 Februari 2013 pekan lalu, setelah ibunda Bunga melihat ada perubahan fisik dan mental anaknya belakangan ini.

“Benar, sudah ada laporan, dan pelaku kini diamankan do Polsek Nunpene untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Kasubag Humas Kapolres Timor Tengah Utara, Iptu Sefnat Tefa, Selasa, 19 Februari 2013.

Menurut dia, peristiwa itu terjadi pada awal September 2012 lalu. Saat itu Bunga baru pulang sekolah. Dalam perjalanan Bunga bertemu pelaku yang tak lain adalah pamannya yang mengajaknya untuk makan siang di rumah pamannya.

Baca Juga :  Puluhan Balita di TTU Terserang Demam Berdarah

Rupanya pelaku sudah memiliki niat untuk menyetubuhi Bungu, sehingga pelaku mendesak Bunga untuk mampir dirumahnya saat pulang sekolah. Karena yang mengajak adalah pamannya, Bunga pun menurutinya, tanpa merasa curiga.

Usai keduanya makan siang bersama, Bunga lalu diajak pamannya ke dalam kamarnya. Saat itulah pelaku mulai melancarkan aksi bejatnya dengan melucuti pakaian Bunga. Bunga sempat menolak dan marah terhadap perlakuan pelaku, namun tak kuasa menolak, karena diancam. “Bunga pasrah, karena diancam pelaku,” katanya.

Akibat pelakuan bejatnya, kini usia kandungan Bunga sudah berusia lima bulan. “Pelaku mengaku aksi ukur badan hanya dilakukan sekali,” katanya.

Bunga kesehariannya terkenal aktif kerja dan belajar. Namun, setelah kejadian itu, Bunga menjadi pendiam. Keluarga merasa curiga, setelah ditanyakan Bunga melaporkan aksi bejat pamannya itu. “Atas laporan itu, ibu Bunga langsung melaporkan ke Polsek Nunpene. Pelaku pun diamankan,” katanya.

Baca Juga :  Angkot Imanuel Terbakar di Timor Raya

Pelaku mengakui perbuatannya dan terancam dijerat pasal 81 ayat 1 UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak junto pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (Joe)

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]