Standar Layanan Empat Polres di NTT Masuk Zona Merah

0
1609

Ombusdman bersama Kapolda NTT

NTTTERKINI.COM, Kupang – Hasil survei kepatuhan terhadap standar pelayanan publik untuk pelayanan kepolisian dari 12 kantor Kepolisian Resor (Polres) di Nusa Tenggara Timur (NTT), empat diantaranya meraih predikat tingkat kepatuhan rendah atau dalam zona merah.
“Hasil survei Ombudsman untuk pelayanan kepolisian di NTT
menunjukkan 4 polres masuk dalam zona merah,” kata Kepala Perwakilan Ombudsman NTT, Darius Beda Daton, Kamis, 13 Februari 2020.
Pelayanan kepolisian di NTT, menurut dia, sesuai survei yang dilakukan di 12 kantor Polres dengan fokus penilaian pada lima jenis produk layanan yaitu surat keterangan tanda lapor kehilangan, surat tanda terima laporan polisi, penerbitan surat keterangan catatan kepolisian, permohonan Surat Ijin Mengemudi (SIM) A baru perseorangan, dan permohonan SIM C baru perseorangan.
Adapun hasil survei menunjukan dari 12 Polres yang dinilai 8 Polres masuk dalam zona kuning atau dengan predikat kepatuhan sedang yakni Polres TTU, Belu, Kupang Kota, Manggarai Barat, Ende, Manggarai, Sikka dan Polres Sumba Timur. Sedangkan empat Polres yang masuk dalam zona
merah atau kepatuhan rendah yakni Polres Sumba Barat, Polres Kupang, Alor dan Flores Timur.
“Atas hasil survei tersebut, Ombudsman menyarankan agar mempercepat perbaikan dan peningkatan tata kelola pelayanan yang terintegrasi,” tambah Darius.
Guna peningkatan kualitas layanan publik khususnya di kepolisian yang meraih predikat zona merah, Ombudsman NTT mendorong implementasi standar pelayanan publik sesuai dengan Undang-undang (UU) Nomor 25 tahun 2009  kepada para pimpinan unit pelayanan. 
Mempercepat, perbaikan dan peningkatan tata kelola pelayanan yang terintegrasi dengan menerapkan asas pendelegasian wewenang atas produk layanan, melakukan program secara sistematis dan mandiri serta menunjuk pejabat yang berkompeten untuk memantau konsistensi dan peningkatan kepatuhan dalam pemenuhan standar layanan publik. (*/Lid)

Komentar ANDA?