Home / Sosbud / Tekan Kekerasan Perempuan dan anak, KTAS Ajukan 7 Rekomendasi

Tekan Kekerasan Perempuan dan anak, KTAS Ajukan 7 Rekomendasi

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Ansi Rihi Dara

Ansi Rihi Dara

NTTTERKINI.COM, Kupang – Konsorsium Timor Adil dan Setara (KTAS), Nusa Tenggara Timur (NTT) mengajukan tujuh rekomendasi guna mengurangi tindak Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak.

“KTAS bekerja untuk mengurangi tindak kekerasan terhadap perempuan dan
anak,” kata Ketua KTAS NTT, Ansi Rihi Dara saat menggelar konferensi pers, Jumat, 08 Desember 2017.

Tujuh rekomendasi yang diajukan KTAS diantaranya pemerintah dan DPR agar memperkuat kebijakan dan penganggaran dengan melibatkan orang muda dalam upaya pencegahan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Lembaga pendidikan agar lakukan keadilan gender dan anti kekerasan, tokoh adat dan organisasi pemuda agar menjunjung tinggi serta mendorong perubahan perilaku laki-laki yang lebih peka dan ramah terhadap perempuan dan anak.

Baca Juga :  Korban Perahu Tenggelam di Larantuka Bertambah

“Orang muda perlu dilibatkan, karena lebih terbuka menerima cara pandang baru dan dapat menjadi agen perubahan yang potensial,” kata Ansi.

Data LBH APIK, 2013-2016 telah terjadi 119 kasus dengan perkosaan termasuk gang rape/perkosaan yang di lakukan lebih dari 1 pelaku/massal, dan pecabulan menduduki peringkat tertinggi, dan 93 persen korban perkosaan adalah anak di bawah usia 18 tahun.

Sementara pelaku sebagian besar orang dekat atau di kenal korban. Dengan rating pelaku dari dalam keluarga sebesar 56 persen, pacar 26 persen dan sisanya merupakan tukang ojek, guru dan tetangga.

Konsorsium Timor Adil dan Setara merupakan sebuah kekuatan yang bekerja untuk mengurangi kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui pencegahan dan penanganan.

Baca Juga :  Lanud El Tari Gelar Iven Kupang Aerospace Festival

Dengan upaya dan startegi seperti pendampingan kasus pada tingkat litigasi dan non litigasi, sosialisasi melalui berbagai media, pengorganisasian kelompok orang muda perempuan dan laki-laki agar memiliki kesadaran guna melakukan upaya pencegahan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta advokasi untuk perubahan kebijakan agar lebih adil bagi perempuan dan anak.

Jaringan Non Goverment Organisation (NGO) tersebut, di dukung oleh Oxfam dan DFAT yang beranggotakan LBH APIK NTT, CIS Timor, Bengkel APPek, KPI Wilayah NTT,Lopo Belajar Gender, Yayasan Sanggar Suara Perempuan TTS dan Yabiku TTU. (Lid)

Share Button

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]