Terdakwa Korupsi PDT Divonis 1,6 Tahun Penjara

0
957
Ilustrasi Korupsi
Ilustrasi Korupsi
Ilustrasi Korupsi

NTTTERKINI.COM, Kupang – Ramlan selaku Direktur Utama (Dirut) PT Mina Fajar Abadi, Slamet Martoyo dan Noer Sumartina selaku panitia PHO terdakwa kasus dugaan korupsi pembangunan dermaga pada Kementerian Pembangunan Desa Tertinggal (PDT) di Kabupaten Flores Timur dan Alor tahun 2015 senilai Rp 43 milyar, Rabu, 8 Juni 2016 divonis majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana (Tipikor) Kupang 1,6 tahun penjara.

Ketiga terdakwa divonis merata karena dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dengan cara melawan hukum, menguntungkan diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi dengan merugikan keuangan negara.

Sidang dengan agenda pembacaan putusan itu dipimpin majelis hakim Sumantono didampingi dua anggota hakim yakni Herbert Herefa dan Helmi. Terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Mel Ndaomanu. Turut hadir JPU, Hendrik.

Selain divonis selama 1, 6 tahun penjara ketiga terdakawa diwajibkan untuk membayar denda sebesar Rp 50 juta subsider 1 bulan penjara.

“Ketiga terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek dermaga,” kata hakim Sumantono.

Menurut dia, hal-hal yang memberatkan terdakwa, karena perbuatan para terdakwa menghambat program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.

Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan selama persidangan, terdakwa mengakui perbuatannya dan terdakwa telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 10,7 milyar, sehingga tidak ada lagi kerugian negara.

Hendrik selaku JPU mengatakan menyatakan pikir-pikir atas putusan hakim sesuai waktu yang diberikan selama 7 hari. Sedangkan kuasa hukum terdakwa, Mel Ndaomanu mengaku para terdakwa menerima putusan hakim.

“Putusan majelis hakim para terdakwa menerima dan siap menjalani hukuman,” katanya. (Dem)

Komentar ANDA?