Home / Sosbud / Terisolasi, Harga Sembako di Amfoang Melambung

Terisolasi, Harga Sembako di Amfoang Melambung

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Banjir melanda Kupang

Banjir melanda Kupang

NTTTERKINI.COM, Kupang – Banjir yang melanda wilayahh Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebabkan empat kecamatan di daerah terisolasi, karena putusnya arus tarnsportasi ke daerah itu. Akibatnya harga kebutuhan pokok melambung tinggi.

Empat kecamatan terisolasi yakni Amfoang Utara, Amfoang Barat laut, Amfoang Barat Daya, dan Amfoang Timur. “Hingga saat ini, kendaraan dari Kota Kupang maupun Amfoang belum bisa beroperasi,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur Tini Thadeus, Kamis, 13 Februari 2014.

Menurut Tini, kendaraan yang hendak ke Amfoang harus melintasi sekitar 100 sungai yang belum memiliki jembatan penyeberangan. Saat ini sungai tersebut meluap sehingga kendaraan tidak bisa melintas. “Ruas jalan yang melintasi sungai- sungai itu belum miliki jembatan, sehingga jika terjadi banjir, maka kendaraan tidak bisa melewatinya,” kata Tini.

Baca Juga :  Gempa 4 SR Guncang Rote Ndao

Sulitnya akses menuju empat kecamatan itu mengakibatkan harga bahan kebutuhan pokok melonjak tajam. Harga beras misalnya, naik dari Rp10.000 per kilogram (kg) menjadi Rp20.000 per kg. Bensin naik dari sebelumnya Rp10.000 per liter menjadi Rp17.000 per liter. “Tidak ada warga yang ke kota untuk berbelanja kebutuhan pokok sehingga harga-harga melonjak,” kata Agus Nope, warga Amfoang.

Kondisi ini juga, menurut dia, menyebabkan warga tidak bisa mendistribusikan hasil bumi ke pasar, sehingga sering di jual murah ke pengepul di wilayah itu, atau menjualnya ke warga Timor Leste. “Yah, kami terpaksa menjualnya ke pengepul atau warga Timor Leste,” katanya. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]