Home / Hukrim / Terjerat Kasus Perzinahan, Anggota DPRD Rote Terpilih Belum Ditahan

Terjerat Kasus Perzinahan, Anggota DPRD Rote Terpilih Belum Ditahan

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Salinan putusan PT Kupang

NTTTERKINI.COM, Kupang – Anggota DPRD terpilih Kabupaten Rote Ndao asal partai Nasdem, Olafbert Arians Manafe alias Papi Manafe yang terlibat kasis perzinahan masih bebas berkeliaran. Padahal, Pengadilan Tinggi (PT) telah memvonis yang bersangkutan enam bulan penjara.

“Sampai sekarang pelaku belum ditahan. Padahal putusan sudah inkrah di PT Kupang,” kata VT, suami YD kepada wartawan, Jumat, 30 Agustus 2019.

YD merupakan istri VT yang terjaring berzinah bersama Olafbert bebera waktu lalu di Hotel Nelayan Desember 2018 silam. Atas kasus itu, VT melaporkan keduanya dN diproses di Pengadilan Negeri Kupang.

Hakim pengadilan negeri kelas 1 A Kupang menjatuhkan hukuman 6 bulan percobaan pada 20 Juli 2019 lalu. Putusan tersebut, kemudian dibanding ke PT Kupang, dan divonis 6 bulan penjara pada Selasa 6 Agusutus 2019.

Baca Juga :  Diduga Terlibat Korupsi, Kadis Kesehatan Mabar Disidangkan

Dalam amar putusannya, majelis hakim yang diketuai Polin Tampubolon menyatakan, Papi Manafe terbukti bersalah melakukan perzinahan sesuai pasal 284 ayat (1) ke-2 huruf a KUHP.

Namun, putusan majelis hakim pengadilan tinggi itu belum dieksekusi. Kader partai Nasdem ini pun hingga kini masih menghirup udara bebas.

“Aneh, karena sampai sekarang terpidana belum ditahan. Kalau mau kasasi pun sesuai aturan waktunya sudah lewat, seharusnya ia segera ditahan di rutan,” ujarnya.

Dia menduga ada permainan terpidana dengan pihak pengadilan demi meloloskan terpidana dari sanksi partai. Karena, selain belum ditahan, salinan putusan terhadap Papi Manafe juga belum tercatat di sistus resmi Pengadilan Negeri Kupang.

“Salinan putusan isteri saya sudah tercantum di situs resmi PN Kupang. Ia divonis 8 bulan percobaan. Saya sudah cek, tetapi salinan putusan Papi Manafe tidak tercantum disana. Mereka berdua kan terlibat kasus yang sama, tetapi kenapa salinan terpidana laki-laki belum terdata di situs pengadilan,” katanya.

Baca Juga :  Dua Korban Tenggelam di Matim Ditemukan Meningal

Ia meminta putusan majelis hakim pengadilan tinggi segera dieksekusi. Terkait sikap partai, ia menyerahkan sepenuhnya kepada aturan partai.

“Orang ini moralnya tidak baik. Soal partai, ya kembali ke aturan partai. Kalau orang sudah terbukti bersalah, kalau bisa di PAW saja,” tandasnya.

Terpidana Papi Manafe tertangkap tangan bersama wanita lain berinisial YD tengah mesraan di kamar Nomor 211 Hotel Nelayan Kupang pada 24 Desember 2018.

Penggrebekan oleh Polres Kupang Kota itu disaksikan langsung VT yang merupakan suami sah YD.

Sampai berita ini diturunkan, Papi Manafe belum berhasil dikonfirmasi wartawan. (*/Ado)

Share Button

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]