Terlambat, Warga Desak PT SAK Tuntaskan Poyek Jalan di Ende

0
356

Kondisi jalan yang dikerjakan PT SAK

NTTTERKINI.COM, Ende – Warga Desa Tendambepa, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) berharap PT Surya Agung Kencana (SAK) untuk menuntaskan pekerjaan jalan tiga kilometer (KM) yang melintasi desa tersebut.
“Kami berharap proyek jalan ini bisa secepatnya diselesaikan, sehingga tidak ada kecelakan kendaraan roda yang melintas di jalan ini,” kata Kepala Desa Tendambepa, Kanisius Durben kepada wartawan, Senin, 24 Februari 2020.
Pantauan di lapangan ruas jalan Pu’ukungu- Orakose, Kecamatan Nangapanda sepanjang tiga kilometer (km) yang dikerjakan PT SAK, baru sekitar 850 M yang diaspal. Sedangkan sisanya masih agregat, sehingga berbahaya bagi kendaraan roda dua.
Padahal sesuai papan proyek yang terpampang di lokasi proyek disebutkan proyek jalan yang dimulai pada 9 Juli 2019 itu harusnya sudah selesai pada 5 Desember 2019. Namun, fakta di lapangan masih ada pekerjaan yang belum tuntas hingga akhir Februari 2020 ini.
“Kami juga agak tidak nyaman, karena di papan proyek selesai pada Desember 2019, tapi sampai sekarang belum selesai,” katanya.
Mereka juga mengeluhkan kualitas aspal dari proyek senilai Rp6,5 miliar lebih yang bersumber dari dana alokasi umum (DAU) Kabupaten Ende ini terlalu tipis, ditakutkan akan mengalami kerusakan dalam kurun waktu satu dua tahun kedepan. 
“Ada sebagian titik yang sangat tipis, sehingga kemungkinan akan cepat rusak,” tegasnya. 
Mereka juga menyesalkan, karena permintaan mereka agar membuat deker di ruas jalan tani, namun diabaikan kontraktor. Karena itu, mereka mengancam akan melaporkan pekerjaan ini ke DPRD dan Bupati Ende, jika pekerjaan proyek ini tak selesai.
“Kami akan lapor ke DPRD dan Bupati, kalau proyek tidak selesai hingga akhir Maret,” tegasnya.
Pemborong aspal PT SAK, Joker yang ditemui di lokasi proyek mengatakan  sesuai kontrak proyek pekerjaan hanya agregat A, sehingga hanya satu kali lapisan aspal. “Agregat A saja. Dalam perencanaan sudah seperti itu,” katanya.
Dia meyakini proyek ini akan selesai pada sebelum akhir Marer 2020, karena khusus pengaspalan tidak butuh waktu lama. Namun dia mengakui masih terkendala pekerjaan agregat yang masih berlangsung.
“Khusus aspal dalam sehari, kami bisa tuntaskan sepanjang 750 meter, sehingga cepat saja,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Ende, Frans Lewa yang hendak dikonfirmasi wartawan di kantornya, Selasa, 25 Februari 2020, sedang tidak berada di tempat. Dihubungi via telepon pun berada di luar jangkauan. (Ado)

Komentar ANDA?