Home / Polkam / Tetapkan Marianus-Emy, Warga NTT Kecewa

Tetapkan Marianus-Emy, Warga NTT Kecewa

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Ilustrasi

Ilustrasi

NTTTERKINI.COM, Kupang – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP, Megawati Soekarno Putri akhirnya menetapkan Pasangan Calon Marianus Sae dan Emy Nomleni untuk bertarung di Pilgub NTT. Sebelumnya Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristianto mengatakan akan menyiapkan kejutan bagi masyarakat NTT.

Namun keputusan PDIP memberikan rekomendasi kepada Marianus- Emy memantik kekecewaan yang luar biasa dari masyarakat NTT. Kecewaan ini karena keputusan DPP PDIP tidak mengakomodir kader tulen partai sebagai Calon Gubernur.

Remigius A.Y Bria Seran, salah satu simpatisan PDIP asal Malaka mengatakan putusan PDIP hanya menimbulkan kekecewaan kepada masyarakat NTT, karena mengabaikan sejumlah kader potensial di internal PDIP.

“Saya rasa ini sebuah penghinaan kepada kami sebagai pencinta partai moncong putih. Partai yang kami kenal sebagai partai yang memperjuangkan rakyat kecil, tapi hari ini telah mengabaikan kader- kader partai yang susah payah dan berdarah darah membesarkan PDIP,” kata Bria Seran kepada wartawan, Minggu, 17 Desember 2017.

Baca Juga :  Alex Ofong Siap Maju Calon Gubernur NTT

Menurut dia, ada sejumlah kader PDIP yang sangat layak untuk diusung sebagai calon Gubernur. Sebut saja Kristo Blasin, Andre Hugo Pareira, Lucia Adinda Dua Nurak dan Raymundus Sau Fernadez.

Bria Seran mengatakan penetapan PDIP yang mengabaikan kader telah melahirkan rasa takut untuk meniti karir di partai dari titik paling bawah. Tindakan PDIP itu hanya melahirkan pragmatisme politik belaka, karena untuk menjadi pemimpin tidak perlu berdarah-darah mengurusi partai.

“Cukup cari duit saja untuk sampai kaya, setelah kaya baru berpartai untuk maju jadi pemimpin, karena putusan PDIP hari ini tidak memberikan pembelajaran secara idelogis tapi sebuah pragmatisme politik semata,” kata Bria Seran.

Baca Juga :  Uskup Larantuka Ajak Warga Pilih Pemimpin yang Teruji

Dia mengatakan keputusan DPP PDIP itu akan mendapat perlawanan yang luar biasa dari masyarakat yang mencintai PDIP sebagai partai orang kecil.

“Kami katakan siap melawan keputusan ini dengan mengkampanyekan untuk tidak memilih pasangan Marianus-Emy. Siapa itu Marianus, dia adalah Bupati Ngada yang dibesarkan oleh PDIP tapi kemudian balik lawan PDIP,” kata Bria Seran.

Hal yang sama disampaikan Alfons Lette simpatisan PDIP di Belu. Baginya keputusan tersebut tidak mencerminkan PDI Perjuangan sebagai Partai Kader. Malah lebih sebagai partai yang baru lahir kemarin, karena mengabaikan kader potensial di internal PDIP yang sudah susah payah berjuang untuk kebesaran partai. (*/Ado)

Share Button

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]