Home / Hukrim / Tiga Suku di Flotim Tuntut Keadilan Atas Tanah

Tiga Suku di Flotim Tuntut Keadilan Atas Tanah

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Ilustrasi

Ilustrasi

NTTTERKINI.COM, Larantuka – Tiga suku di Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) menuntut hak milik atas tanah seluas 16,5 hektar are (Ha) atau seluas 163,556m2, terletak di kelurahan Weri RT 9/RW 4, yang kini dikuasai keluarga mantan Gubernur, Alm Hendrik Fernandez dan kolega.

“Kami menuntut kembali hak tanah milik kami, karena tanah suku milik turun temurun yang sekarang telah ditempati dan di kuasai tanpa dasar dan hak kepemilikan yang jelas,” kata Ahli waris tanah suku, Yohanes Fernandez kepada media ini, Senin, 6 November 2017.
Tanah suku tersebut merupakan milik tiga suku yakni Anthonius Thomas Fernandez, selaku ahli waris Kepala Suku Fernandez. Yonahes Dasilva, selaku kepala suku Dasilva, dan Dominikus Nalele, kepala suku
Nalele.
Menurut dia, objek tanah sengketa tanah tersebut, dulunya di pinjam pakai sebagai kebun percontohan oleh pemerintah NTT dan Dinas Kehutanan Kabupaten Flotim yang saat itu di jabat Agustinus Oemboe Ratu Djawa.
Namun hingga berakhirnya masa pinjam pakai sejak 1972-  1982 (10 tahun) tanah suku tersebut justru telah di sertifikasi Badan Pertanahan NTT tanpa melalui prosedur dan di klaim telah menjadi milik dan di tempati beberapa ahli waris serta kolega dari Alm Hendrikus Fernandez dan ahli waris Agustinus Oemboe Ratu Djawa.
“Kami merasa ditipu dan menuntut hak milik kami di kembalikan. Atas dasar apa BPN mengeluarkan sertifikat, tanah leluhur kami di pinjam pemerintah, bukan aset daerah atau milik pribadi,” tambah Yohanes Fernandez.
Dia mengaku pihaknya telah melakukan lima kali upaya hukum di Pengadilan Negeri Larantuka, namun upaya yang dilakukan selalu ditolak hakim, dengan alasan gugatan ahli waris ketiga suku tersebut tidak dapat di terima (n/o), karena cacat formil, sehingga
tidak dapat di tindak lanjuti, di periksa dan diadili.
Tak putus asa, dia mengatakan ke tiga ahli waris kembali melakukan gugatan di PN Larantuka untuk keenam kalinya untuk mendapat hak atas tanah leluhur yang di klaim menjadi milik alm Hendrikus Fernandez, Agustinus Ratu Djawa dan kolega. “Kami kembali menggugat untuk mendapatkan tanah suku kami,” tegasnya. (Lid)

Komentar ANDA?

Baca Juga :  Intimidasi Wartawan, Bupati Rote Ndao Dipolisikan

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]