Home / Hukrim / TPDI Desak Napi Teroris Dipindahkan dari NTT

TPDI Desak Napi Teroris Dipindahkan dari NTT

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Petrus Salestinus

NTTTERKINI.COM, Kupang – Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) mendesak pemerintah melalui Kantor Wilayah Hukum dan HAM Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk segera memindahkan narapidana (Napi) kasus teroris yang dititipkan di sejumlah lembaga pemasyarakatan (Lapas).

“NTT sudah nyaman. Dengan adanya napi teroris membuat warga resah dan saling curiga. Akibatnya dapat menimbulkan konflik diantara warga,” kata Ketua TPDI NTT, Petrus Salestinus usai bertemu Kepala Kanwil Hukum dan Ham NTT, Rabu, 6 Juni 2018.

Sepuluh napi teroris yang dititipkan berasal dari Sulawesi, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka dititipkan di Lapas Kupang, Ende, Waikabubak, Belu dan Alor. Mereka rata-rata divonis antara 6-7 tahun, karena bukan merupakan aktor utama.

Baca Juga :  Dukun Cabul Gerayangi Anak Dibawah umur

Kakanwil Kumham NTT, Yudi Kurniadi, menurut Petrus, menjamin keamanan dan kenyamanan dari warga, karena napi teroris mendapat pembinaan khusus selama berada dalam lapas. “Walaupun mendapat pembinaan khusus, namun tidak menjamin kenyamanan warga,” tegasnya.

Pertemuan yang berlangsung tertutup itu, kata Petrus, Yudi mengakui adanya 10 napi teroris yang dititipkan di NTT. Namun, 10 napi itu, bukan merupaka napi teroris yang dipindahkan dari Mako Brimob pasca insiden berdarah. “Mereka yang dititipkan bukan dari Mako Brimob,” kata Petrus.

Dia menambahkan, jangan menjadikan NTT sebagai daerah titipan napi teroris, karena bertetangga dengan NTB yang telah masuki zona merah teroris. Bukan tidak mungkin, jaringan NTB sudah masuk ke NTT. “NTB merupakan salah satu dari 12 daerah yang masuk zona merah teroris,” tegasnya.
 
Karena itu, kata Petrus, TPDI mendesak Gubernur NTT untuk mengambil sikap agar napi teroris yang ada di NTT segera dipindahkan ke Nusakambangan. “Gubernur harus tegas, dan ambil sikap terhadap masalah ini,” tegasnya. (Ado)

Share Button
Baca Juga :  KPK Ambilalih Kasus Dugaan Korupsi PLS

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]