Home / Ekbis / TPID Fokus Potensi Inflasi pada Komoditas Makanan

TPID Fokus Potensi Inflasi pada Komoditas Makanan

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Rapat TPID NTT

NTTTERKINI.COM, Kupang – Selaku Wakil Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Bank Indonesia (BI) fokus pada tantangan potensi inflasi yang perlu diperhatikan yakni komoditas volatile food atau inflasi yang dominan di pengaruhi oleh komoditas makanan.

“Tantangan di 2018 yang perlu diperhatikan adalah potensi inflasi di akhir tahun, dan komoditas makanan menjadi fokus TPID NTT,” kata Kepala perwakilan BI NTT, Naek Tigor Sinaga dalam rapat TPID NTT dan Kabupaten/Kota, Rabu, 8 Agustus 2018.

Menurut dia, hingga Juli 2018, inflasi NTT masih terjaga, namun pada Juli, NTT mengalami deflasi sebesar -0,13 persen month to month (mtm), terutama disebabkan turunnya tarif angkutan udara.

Baca Juga :  BI NTT Bagikan Seribu Paket Sembako Murah

Sedangkan dari komoditas makanan mengalami inflasi 1,10 persen  yang bersumber pada komoditas daging ayam ras, telur ayam, cabe rawit dan ikan segar, dan juga tibanya periode tahun ajaran baru sekolah menjadi faktor pendorong utama inflasi.

“Meski demikian inflasi masih stabil, karena didukung rendahnya komoditas minuman,” katanya.

Assisten Perekonomian dan Pembangunan NTT, Alexander Sena mengaku optimis dan terus lakukan upaya kerjasama dengan semua pihak mengawal program TPID NTT agar upaya pengendalian inflasi dapat berjalan maksimal.

“Kami optimis terhadap upaya pengendalian inflasi di NTT yang semakin hari semakin baik, dan kami harus bekerja sama untuk dapat terus mengawal program pengendalian inflasi,” kata Alexander.

Baca Juga :  13 Desember 2016, Ground Breaking Jembatan Pancasila-Palmerah

Potensi inflasi di akhir tahun diperkirakan akan dipengaruhi momen hari besar keagamaan serta libur sekolah. Karena itu menjadi perhatian utama adalah bahan makanan dan tarif angkutan udara yang secara musiman juga mengalami kenaikan di akhir tahun.

Sebagai upaya kendalikan inflasi BI NTT memberi empat rekomendasi usulan yakni pembentukan Satuan Tugas (Satgas) waspada inflasi pangan akhir tahun, penjajakan penambahan kerjasama antar wilayah, menggalakkan Operasi Pasar (OP) dan pasar murah yang di dukung dengan
pengalokasian anggaran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah-Perubahan
(APBD-P), serta melakukan pengaturan jadwal tanam (manajemen pola tanam) untuk komoditas holtikultura. (Lid)

Share Button

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]