Home / Ekbis / Tuan Rumah IMF-WB, Uang atau Kepercayaan?

Tuan Rumah IMF-WB, Uang atau Kepercayaan?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

IMF

NTTTERKINI.COM, Kupang – Indonesia yang ditunjuk menjadi tuan rumah International Monetary Fund dan World Bank (IMF-WB) Annual Meetings (AM), dan Bali akan menjadi tempat pertemuan akbar dunia itu. Yang menjadi pertanyaan, apa yang dicari Indonesia dalam menggelar acara akbar tersebut, apakah uang atau kepercayaan?.

Berbicara soal keuntungan yang akan diraih oleh Indonesia sebagai tuan rumah IMF-WB, maka bukan uang yang dicari, tapi kepercayaan, sehingga bisa mendatangkan investor-investor yang mau menanamkan modalnya di Indonesia di berbagai bidang. Banyak tawaran yang bernilai ekonomis yang bisa diinvestasikan.

“Mempromosikan kondisi ekonomi dan potensi ekonomi di Indonesia. Karena itu, investor asing tertarik untuk berinvestasi di Indonesia,” kata Managing Director IMF, Christine Lagarde.

Masalah utama yang harus menjadi perhatian adalah keamanan yang belum stabil dengan masih adanya aksi teror di berbagai tempat di Indonesia, akan menjadi salah satu kendala enggannya investor berinvestasi di Indonesia. Karena itu sebagai tuan rumah IMF WB, maka Indonesia harus bisa menunjukan kepada dunia bahwa Indonesia Negara yang aman dan damai bagi para investor.

Menjadi negara tuan rumah, penyelenggara pertemuan keuangan terbesar di dunia, membuat Indonesia menjadi perhatian dunia, sehingga menjadi peluang dan kesempatan untuk meningkatkan persepsi positif Indonesia dan menunjukkan bahwa Indonesia, negara yang aman, memiliki infrastuktur dan fasilitas yang baik serta makroekonomi yang terjaga.

“Kami akan memberikan jaminan keamanan kelas dunia selama pelaksanaan kegiatan,”kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan.

Masalah lain yang harus juga mendapat perhatian serius pemerintah untuk menarik sebanyak-banyaknya investor yakni dengan mempermudah pelayanan perijinan bagi investor yang hendak berinvestasi di Indonesia. Karena itu, pemerintah harus lebih lunak kepada investor, sehingga bisa menarik investor untuk berinvestasi di Negara ini. Tidak hanya itu, masalah lahan juga akan menjadi perhatian tersendiri, karena kendala investasi adalah pembebasan lahan masyarakat. Masalah ini sering ditemui di berbagai daerah di Indonesia.

Jika kendala-kendala ini bisa diatasi dengan baik, maka investor dengan sendirinya akan mendatangi Indonesia untuk berinvestasi di berbagai bidang. Apalagi perekonomian Indonesia yang reformed, resilient dan progressive economy, yakni aspek reformasi dan ketahanan ekonomi Indonesia terhadap External Shocks, digitalized economy, yang menunjukkan perkembangan pesat financial technology.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia dan kawasan yang stabil, serta menjadi salah satu kekuatan ekonomi global, Indonesia sudah semestinya di beri kesempatan untuk menunjukkan kapabilitas dan kepemimpinan dengan menjadi tuan rumah AM 2018.

Pencapaian Indonesia di berbagai bidang, khususnya di bidang ekonomi, dengan pertumbuhan Indonesia yang memiliki daya tahan terhadap krisis global serta dengan pembangunan yang berkelanjutan, membuat Indonesia mengambil keputusan untuk mengajukan point of interest dan proposal pada tahun 2014 lalu, untuk dapat menjadi tuan rumah AM 2018.

Terpilihnya Indonesia menjadi tuan rumah AM 2018, melalui beberapa tahapan setelah pengajuan proposal di tahun 2014. Menindaklanjuti proposal tersebut, Meeting Team Secretariat IMF-WB, melakukan site inspection ke Nusa Dua,Bali sebagai lokasi yang di ajukan Indonesia sebagai tempat penyelenggaraan AM 2018. Selanjutnya pada April 2015 Meeting Team Secretariat mengumumkan, bahwa Indonesia berhasil masuk shorlisted candidate untuk menjadi tuan rumah AM 2018.

Indonesia juga menunjukkan perkembangan praktik dan implementasi ekonomi syariah, sekaligus menunjukkan perkembangan program emansipasi dan pemberdayaan perempuan, serta pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya stabil, namun juga merata. Di dukung pula sarana infrastuktur dan fasilitas yang memadai, serta stabilitas politik dan keamanan yang terjaga, maka Oktober 2015, Indonesia berhasil terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan AM 2018.

Baca Juga :  Dishub Kota Kupang Tertibkan Parkir Liar

“Kami berharap, dunia bisa melihat, Indonesia yang pernah mengalami krisis, kini berubah menjadi negara dengan perekonomian yang reformed, risilient dan progresif,” kata Gubernur BI, Agus Martowardojo.

Ada beberapa keuntungan bagi Indonesia menjadi tuan rumah IMF-WB ini, diantaranya penerimaan devisa yang diperkirakan mencapai Rp 725 milliar yang berasal dari sektor transportasi, akomodasi termasuk belanja, hiburan wisata alam dan budaya, juga ada keuntungan startegis mempromosikan keindahan pariwisata Indonesia, tidak hanya Bali tetapi juga berbagai destinasi wisata lain yang menjadi unggulan.

“Spiritnya adalah Indonesia incorporated. Ini menjadi ajang promosi Bali, Bali dan beyond serta wonderful Indonesia,” kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya.

Voyage to Indonesia, menjadi salah satu rangkaian acara yang akan menampilkan Indonesia yang reformed, resilient dan progressive economy, dengan optimalisasi manfaat dan keanekaragaman budaya Indonesia. Saatnya menunjukkan budaya dan pariwisata, keindahan dan eksotisme Indonesia melalui tujuh destinasi yakni Bali, Lombok- Nusa Tenggara Barat (NTB), Toraja, Danau Toba, Jogjakarta, Banyuwangi dan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang akan menjadi tempat tujuan wisata bagi para tamu, delegasi maupun peserta lainnya.

NTT, menjadi salah satu provinsi yang menjadi tujuan wisata bagi para tamu delegasi pertemuan ekonomi terbesar dunia tersebut, pemerintah dan masyarakat NTT, patut berbangga menjadi salah satu destinasi, yang mampu menarik minat para petinggi delegasi negara. Saatnya pariwisata NTT bergeliat maju dan berbenah, menjadi daerah yang mampu menonjolkan keelokan budaya dan alam yang natural pada dunia dengan menyediakan fasilitas sarana prasarana yang memadai dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten demi menunjang sektor pariwisata yang mampu membawa perubahan dan pertumbuhan ekonomi.

“Pertemuan IMF-WB di Bali, merupakan moment yang penting bagi Indonesia, hal ini menunjukkan kepercayaan dunia terhadap Indonesia khususnya di bidang ekonomi, dan bagaimana kita memanfaatkan kegiatan ini untuk meningkatkan perekonomian kita, dan juga pemanfaatan khusus di bidang pariwisata,” kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT, Winter Marbun.

Labuan Bajo, menjadi spot wisata yang di pilih pemerintah pusat, sebagai salah satu destinasi bagi tamu AM 2018, dengan luas wilayah 70,689 km2, terletak di Kabupaten Manggarai Barat, NTT, di kenal sebagai salah satu surga cantik yang terletak di Timur Indonesia, memiliki berbagai ragam tempat wisata yang menawarkan keindahan panorama alam dan keramahan penduduknya, terkenal dengan wisata taman nasional pulau komodo, yang menjadi habitat lebih dari 2 ribu ekor komodo, yang masuk dalam World Heritage UNESCO, ada pula Pulau Padar, tempat wisata yang menawarkan keunikan pemandangan bukit menikmati sunrise dan sunset , Pink Beach dengan kekhasan pasir di sekitarpantai yang berwarna pink atau di kenal dengan nama pantai merah merupakan salah satu dari tujuh pantai berpasir merah muda yang ada di dunia, Pulau Bidadari, spot terbaik untuk melakukan snorkelling dan diving.

Selain panorama wisata alam lainnya yakni air terjun Cunca Wulang, Pulau Kanawa yang memiliki pasir seputih susu dengan perpaduan air laut jernih bergradasi biru hingga hijau toska, hingga melakukan scuba diving, snorkeling menikmati keindahan bawah laut hingga berkeliling dengan kapal.

Tak lepas dari wisata alam, terdapat pula wisata budaya di sekitar Labuan Bajo, yakni Kampung Melo, para tamu akan di sambut dengan keramahan dan tarian tradisional khas masyarakat setempat yakni tarian caci, yang merupakan tarian perang, namun kini tarian caci menjadi tarian saat penyambutan tamu-tamu.

Baca Juga :  NTT Antisipasi Intervensi Mata Uang Asing di Perbatasan

Tujuan Voyage to Indonesia, semata membawa perhatian dunia pada Indonesia dan Asia, khususnya Asia Tenggara, sebagai kelompok ekonomi yang dinamis dan berkontribusi positif pada dinamika perekonomian global.

“Kita harus mendayagunakan momentum hosting ini, untuk memanfaatkan demam leisure industry di dunia, kesempatan ini tidak mudah berulang, karena ada 189 negara yang mengantre menjadi tuan rumah kegiatan ini, mungkin 50 tahun lagi baru berulang, seperti halnya kita menjadi tuan rumah Asian Games,” kata Pengamat Ekonomi, Tony Prasetiantono.

Terpilihnya Indonesia menjadi tuan rumah AM 2018, membawa keuntungan jangka pendek dengan kehadiran ribuan peserta, mampu menggerakkan roda perekonomian di bidang pariwisata, sektor jasa, industri kecil dan sektor pendukung lainnya, sekaligus membawa keuntungan dan manfaat ekonomi jangka panjang di bidang leadership yakni kepemimpinan Indonesia untuk membahas isu global, pembangunan infrastruktur, stabilitas sistem keuangan, penanganan inequality, pembangunan sumber daya manusia, dan keuangan inklusif.

Selain itu, di bidang investasi dan perdagangan, dengan pengenalan produk unggulan Indonesia di pasar global, serta pengenalan peluang investasi dan usaha, sekaligus keuntungan promosi pariwisata yang mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke destinasi utama dan perbaikan infrastruktur pariwisata di Indonesia dan ikut pula keuntungan lainnya yakni knowledge transfer, yakni menambah pengalaman serta membangun networking dengan komunitas international dan ajang pembelajaran terkait penyelenggaraan international events.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia dan kawasan yang stabil, dan menjadi salah satu kekuatan ekonomi global, Kini, Indonesia di beri kesempatan untuk menunjukkan dan membuktikan kapasitas dan kepemimpinannya dengan menjadi tuan rumah, sukses penyelenggaraan AM 2018 menjadi kebanggaan bangsa Indonesia dan meningkatkan kepercayaan dunia international.

Namun bukan itu yang di cari Indonesia, karena kepercayaan yang akan menjadi patokan bagi Indonesia yang mengajukan diri menjadi tuan rumah IMF-WB yang dihadiri sekitar 15 ribu peserta dari 189 negara di Dunia. “Bukan dalam bentuk uang saja, tapi dalam bentuk confidence yang menghasilkan kepercayaan untuk berinvestasi di Indonesia,” kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

Annual Meetings 2018, pertemuan dunia dengan agenda pembahasan pokok, mendiskusikan outlook ekonomi global, stabilitas keuangan global, kemiskinan, pembangunan, lapangan kerja, perubahan iklim, dan isu global lainnya, serta pertemuan kerjasama ekonomi, seminar dan konferensi internasional, pertemuan perbankan dan sektor riil, konferensi pers serta pertemuan lainnya, dengan total pertemuan yang akan di selenggarakan lebih kurang sebanyak 2 ribu pertemuan dengan jumlah peserta terbesar di dunia dari sektor keuangan dan perekonomian, akan menjadi moment penting dan strategis dengan kehadiran otoritas dan pelaku sektor keuangan dari negara anggota IMF-WB, di antaranya gubernur bank sentral, menteri keuangan, CEO Industri keuangan, lembaga internasional, akademisi terkemuka, press/media dan anggota parlemen dari 189 negara di dunia.

Jumlah peserta di perkirakan capai 15 ribu orang yang terdiri dari berbagai negara, diantaranya 3-4 ribu orang merupakan delegasi resmi, 3-5 ribu orang investor, 1.500 orang staf IMF-WB,500 orang CSO, dan 4 ribu orang lainnya mewakili berbagai institusi, partisipan dari industri keuangan, ekonom dan akademisi, perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), parlemen, media serta partisipan lainnya. Peserta AM juga merupakan pejabat pembuat kebijakan dari berbagai negara serta pimpinan perusahaan dan investor terkemuka, sehingga menjadi ajang strategis untuk mendorong dialog, promosi dan keputusan investasi. (Ado)

Share Button

Komentar ANDA?

Tags : # #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]