Home / Ekbis / Tunggakan Iuran, BPJS Alami Defisit Anggaran

Tunggakan Iuran, BPJS Alami Defisit Anggaran

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Subkhan

Subkhan

NTTTERKINI.COM, Kupang – Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), Nusa Tenggara Timur (NTT), Subkhan mengaku saat ini BPJS Kesehatan mengalami defisit anggaran untuk pembayaran pasien JKN-KIS.

“Defisit itu disebabkan tunggakan iuran BPJS dari anggota yang belum disetor,” kata Subkhan kepada media ini, Jumat, 10 November 2017.
Sebenarnya kondisi ini sudah diprediksi dari awal terbitnya JKN-KIS, terutama terkait iuran peserta yang tidak sesuai dengan hitung-hitungan, yakni layanan kesehatan kelas III seharusnya di angka Rp 36 ribu, namun di patok Rp 25.500, kelas II di angka iuran seharusnya Rp 60 ribu, namun di subsidi menjadi Rp 52 ribu, sedangkan kelas I tetap di harga awal  sesuai hitungan yakni Rp 80ribu.
“Upaya pembenahan defisit, terus diupayakan dengan menambah jumlah peserta, dan menjangkau seluruh warga Indonesia
khususnya di NTT,” katanya.
Defisit ini juga disebabkan meningkatnya jumlah peserta JKN-KIS yang sakit, serta pelayanan kesehatan yang menjangkau hingga ke desa- desa.
“Akses layanan dan fasilitas kesehatan yang mudah, memicu naiknya jumlah peserta dalam pengunaan kartu JKN-KIS,” tambahnya.
Data jumlah peserta BPJS di Kota Kupang sebanyak 53 persen atau  234.756, sedangkan jumlah keseluruhan dalam wilayah layanan BPJS NTT pada 2016 sebesar 62 persen, sedangkan hingga Agustus 2017,data
menunjukan peningkatan jumlah peserta telah mencapai 3.967.079 atau
69,51 persen. (Lid)

Komentar ANDA?

Baca Juga :  BPJS Gandeng Pos Distribusikan Kartu JKN-KIS

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]