Home / Kesehatan / Tunggakan Iuran BPJS di NTT Capai Rp 18 Milliar

Tunggakan Iuran BPJS di NTT Capai Rp 18 Milliar

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Konfrensi pers BPJS NTT

Konfrensi pers BPJS NTT

NTTTERKINI.COM, Kupang – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menjalin kerjasama dengan Bank NTT guna mengurangi tunggakan iuran peserta Jaminan Kesehatan Nasional- Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang mencapai Rp18 milliar.

“Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan penerimaan iuran, sehingga mampu menjaga keberlangsungan program JKN-KIS,” kata Kepala BPJS NTT, Subkhan, Selasa, 13 Juni 2017.

Berdasarkan data BPJS, total peserta mandiri atau peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) JKN-KIS di NTT sebanyak 204.994 jiwa. Namun yang mampu melakukan pembayaran iuran hanya 97 ribu jiwa dengan total piutang sebesar Rp 18milliar.

Hal itu karena akses pembayaran yang masih di anggap minim untuk daerah yang tidak terlayani Sistem Pembayaran Online melalui Bank (PPOB). “Salah satu penyebab tingginya tunggakan, karena akses tempat pembayaran iuran yang tidak terjangkau oleh warga,” kata Subkan.

Baca Juga :  BPJS Ogah Biayai Bayi Penderita Atresia Bilier

Kepala Divisi Dana dan Jasa Bank NTT, Anna Bere Tarak mengatakanpihaknya siap mendukung strategi BPJS Kesehatan dalam melakukan pembayaran serta mempermudah dan mempercepat proses kemitraan secara teknis operasional dan administrasi. “Kami berharap dapat membantu BPJS mencapai target dan mengurangi tunggakan iuran,” katanya.

BPJS Kesehatan, saat ini telah memiliki 422.700 akses pembayaran PPOB yang terdiri dari modern outlet, tradisional outlet maupun perbankan, dan akan bertambah dengan 204 kantor layanan Bank NTT dan 176 gerai Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang tersebar di seluruh wilayah NTT. (Lid)

Komentar ANDA?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]