Home / Sosbud / Upah Jurnalis NTT Belum Sesuai Standar

Upah Jurnalis NTT Belum Sesuai Standar

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Kumpul kartu pers tanda demo wartawan

Kumpul kartu pers 

NTTTERKINI.COM, Kupang – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) merilis upah layak jurnalis di daerah itu mencapai Rp 3,6 juta bagi juranlis pemula. Namun, kenyataannya upah jurnalis di daerah belum mencapai angka tersebut.

“Hasil servei AJI Kota Kupang, standar gaji Jurnalis Rp 3,9 juta. Itu bagi jurnalis pemula,” kata Ketua AJI Kota Kupang, Simon Nilli melalui Ketua Bidang Serikat Pekerja (SP) AJI Kota Kupang, Jhon Seo, Rabu, 1 Mei 2013.

Penetapan upah ini dilakukan setelah menyusun berbagai komponen dan harga kebutuhan hidup layak sesuai dengan ketetapan peraturan yang berlaku. Bahkan, sebagian besar media di NTT menggaji jurnalisnya dikisaran Rp 1-2 juta per bulan. Bahkan ada media yang menggaji di bawah Upah Minimum Provinsi sebesar Rp 1,010 juta.

Baca Juga :  Dua Pasangan Cagub Klaim Menang Pilgub Putaran II

Rendahnya upah jurnalis di NTT, menurut dia, sehingga wartawan terpaksa harus menjadi loper untuk korannya, sekalian menjadi agen iklan, karena perusahaan medianya kurang modal. “Tidak bisa dipungkiri. Kalau ada wartawan yang merangkap mejadi loper koran, dan agen iklan,” katanya.

Misalnya, tabloid Hak Rakyat (HR), hanya menggaji karyawannya sebesar Rp 500 ribu per bulan. “Kami hanya digaji Rp 500 ribu per bulan,” kata salah satu wartawan HR.

Pemilik media tabloid expontt, Wens Jhon Rumung mengaku terpaksa memberdayakan wartawannya dengan menjual koran dan menjadi agen iklan agar upahnya bisa di gaji. “Saya terpaksa minta wartawan untuk jual koran, agar bisa diberi upah,” katanya.

Baca Juga :  Gempa 3,3 SR Guncang Timor Tengah Utara

Menurut dia, dua besar di NTT, seperti Pos Kupang dan Timor Express harusnya menjadi contoh bagi pemilik media di NTT dengan memberikan upah jurnalis sesuai standar Rp 3,6 juta. “Kenyataannya upah di media besar di NTT juga belum sampai angka Rp 3,6 juta,” katanya. (Dem)

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]