Home / Polkam / Waket DPRD NTT: Tak Ada Perda yang Digeser

Waket DPRD NTT: Tak Ada Perda yang Digeser

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Gabriel Beri Bina

NTTTERKINI.COM, Kupang – Wakil Ketua DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) Gabriel Beri Bina mengatakan tidak terjadi pergeseran anggaran, tapi ketidaksesuaian persetujuan antara DPRD dan Pemerintah NTT.

“Tidak ada Perda yang digeser. Yang terjadi tidak ada kesesuaian persetujuan bersama antara DPRD dan pemerintah, sebelum disetujui DPRD. Itulah yang tidak sesuai dengan Perda. Itu yang terjadi, bukan pergeseran,” kata Gabriel kepada wartawan akhir pekan ini terkait pergeseran anggaran APBD 2019.

Persetujuan bersama DPRD dan Pemerintah itu, menurut dia, dilakukan melalui pembahasan yang panjang mulai dari KUA-PPAS, komisi, fraksi dan badan anggaran (Banggar).

Karena itu, dia menilai apa yang dilakukan pemerintah membuat keputusan itu dalam kerangka itu, bukan tanpa pertimbangan. Sehingga perlu dicermati yang disebut pergeseran anggaran, bukan produk Perdanya.

Baca Juga :  Pemprov NTT Akui Lakukan Rasionalisasi APBD 2019

Namun, lanjut dia, masalah ini sudah menjadi perhatian serius dari fraksi-fraksi di DPRD. Karena itu, dia meminta kepada pemerintah untuk memberikan penjelasan secara tertulis kepada DPRD NTT.

Secara lisan, kata dia, pemerintah sudah menjelaskan mengapa anggaran pengerjaan jalan poros tengah Sumba Timur dialihkan ke Amfoang, pemerintah harus menjelaskan bahwa ada obsevatorium, sehingga ruas jalan itu perlu diperlebar.

“Kami pahami, setelah dikomunikasikan, Gubernur beri penjelasan informal kepada kami, karena ruas jalan untuk sentra pelayanan itu terlalu minimalis, sehingga diputuskan lebarkan jalannya dan ambil dananya,” ujar dia.

“Kalau secara komunikasi, pemerintah sudah jelaskan kepada DPRD. Namun sekarang pemerintah harus jelaskan mengapa tidak terjadi kesesuaian,” tegasnya.

Baca Juga :  Pergeseran Anggaran, Komisi IV DPRD NTT "Adili" PUPR

Untuk diketahui sejumlah anggaran yang digeser antara lain, anggaran untuk segmen jalan provinsi di Sumba Timur yang telah disetujui di Badan Anggaran sebesar Rp74 Miliar, namun pada Perda APBD berkurang menjadi Rp46 miliar.

Ruas jalan Bokong-Lelogama, Kabupaten Kupang yang disetujui sebesar Rp 155 miliar lebih lalu berubah atau naik menjadi Rp 185 miliar rupiah lebih.

Saat ini muncul lagi anggaran untuk jalan di Poros tengah Pulau Semau, Kabupaten Kupang dengan alokasi Rp10  miliar lebih dan sudah mulai dikerjakan sesuai pemberitaan media. (Ado)

Share Button

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]