Home / Polkam / Wali Kota Ancam Pecat Seribuan Pegawai Tidak Tetap

Wali Kota Ancam Pecat Seribuan Pegawai Tidak Tetap

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Jonas Salean

Jonas Salean

NTTTERKINI.COM, Kupang – Wali Kota Kupang, Jonas Salean mengancam akan memecat seribuan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lingkup pemerintah Kota Kupang. Pasalnya, Wali Kota menilai kinerja dan kedisiplinan PTT tidak jelas.

“Mereka (PTT) masuk kantor seenaknya. Kalau mau masuk, kalau tidak ya tidak. Mereka buat seperti di rumah,” kata Wali Kota Kupang, Jonas Salean belum lama ini.

Menurut dia, sikap PTT ini, karena faktor kedekatan dengan pemimpin, sehingga mereka diperlakukan seperti tuan menganggap PNS yang ada sebagai orang yang bisa disuruh-suruh seenaknya dan ogah-ogahan.

Karena itu, pemerintah sedang memantau para PTT ini, melalui absensi jam masuk kerja maupun jam pulang kerja serta keaktifan di kantor. Selanjutnya akan dievaluasi tiap bulan guna bisa mengetahui kinerja dan kedispilinan dari para PTT ini. “Setelah dinonaktifkan, kami akan evaluasi keberadaan tenaga PTT,” katanya.

Baca Juga :  Delapan Kandidat Bertarung di Pemilu Presiden Timor Leste

Selama ini, kata Jonas, jumlah tenaga PTT di Kota Kupang mencapai 1.000 orang, namun para PTT ini pekerjaannya tidak jelas di kantor. Jadi per 31 Desember 2013, para PTT akan dirumahkan sambil dilakukan evaluasi. “Data sudah ada semua, mana yang ogah-ogahan masuk kantor dan mana yang tidak,” katanya.

Tahun 2013, katanya, PTT sudah mendapatkan gaji sesuai dengan UMR yakni Rp 1.075.000. Tetapi, masih saja ada tenaga PTT yang seenaknya masuk kantor. “Kami tidak bermaksud menyakiti siapa pun, namun untuk peningkatan kualitas pekerjaan,” katanya.

Karena itu, dia berharap lurah dan camat bisa mengawasi kinerja tenaga PTT dengan baik agar bisa tertib masuk kantor dan disiplin bekerja sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. “Harus ada pengawasan, sehingga bisa disiplin,” katanya. (Lan)

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]