Home / Wonderful Indonesia / Warga Mabar Tolak Pembangunan Hotel di TN Komodo

Warga Mabar Tolak Pembangunan Hotel di TN Komodo

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Penolakan pembangunan hotel di TN Komodo

NTTTERKINI.COM, Kupang – Forum masyarakat penyelamat pariwisata Manggarai Barat (Formapp Mabar), Senin, 5 Agustus 2018 menggelar aksi unjuk rasa menuntu DPRD dan Pemerintah setempat untuk mencabut ijin kepada PT Segara Komodo Lestari dari pulau dan PT Komodo Ecotourism Wildlife untuk membangun hotel di kawasan Pulau Rinca dan Padar.
 
Dalam tuntutannya, Formapp mendesak Pemda segera mencabut rekomendasi yang sudah diberikan oleh Bupati Manggarai Barat kepada PT Segara Komodo Lestari terhadap pembangunan Rest Area, Restoran dan akomodasi yang rencananya di bangun di kawasan konservasi atau kawasan yang dilindung kususnya pulau Rinca dan pulau Padar, demi terjaganya keaslian ekosistem kawasan TN Komodo dari kerusakan alam dan kepunahaan satwa Komodo oleh aktivitas manusia. “Pulau Rinca dan pulau Padar adalah tempat dimana Komodo berad,” kata Ketua Formapp, Rafael Todowela.
 
Mereka juga mendesak Pemda Manggarai Barat untuk bertemu atau memanggil Mentri Kehutanan, Mentri Lingkungan Hidup dan mentri Pariwisata untuk menghentikan aktivitas komersial didalam kawasan konservasi TN Komodo.

Mencabut semua bentuk perizinan dan apa pun namanya yang diberikan kepada PT Segara Komodo Lestari dan PT Komodo Wildlife Ecotourism dari pulau Rinca dan pulau Padar, karena merusak habitat binatang Komodo dan satwa lainya.

Baca Juga :  Pengumuman Terakhir KPU, Frenly Masih Memimpin

Pemda Manggarai Barat wajib menjaga keutuhaan kawasan konservasi TN Komodo bersama pemerintah pusat, pelaku pariwisata Manggarai Barat, serta masyarakat Manggarai Barat demi keberlanjutan pariwisata yang alami, ramah dan bebas dari exploitasi dan komersialisasi.

Membangun strategi yang baik dalam mensejaterahkan masyarakat Manggarai Barat dalam kawasan TN Komodo dengan cara keterlibatan masyarakat pulau dalam menumbuhkan kemajuan ekonomi kerakyatan dengan konsep koperasi dan usaha kecil dan mengajak masyarakat menjaga kawasan ini dari aktivitas ilegal, misalnya memancing ikan dengan pukat harimau, pengeboman ikan yang sangat merusak biota laut, potasium dan perburuan satwa liar di taman nasional komodo serta pembakaran hutan secara massif yang merusak ekosistem kawasan TN komodo.

Baca Juga :  KNKT Selidiki Kecelakaan Merpati

“Pemda Manggarai Barat wajib membangun banyak mooring di kawasan TN Komodo kususnya di Spot Snorkeling dan Diving agar kapal-kapal wisata tidak membuang jangkar lansung ke terumbu karang,” katanya.

Pemda Manggarai Barat harus menyosialisasikan kepada masyarakat Manggarai Barat segala bentu kebijakan yang di buat dalam kawasan konservasi TN Komodo.

Mengajak investor intuk berinvestasi di Labuan Bajo atau Lembor Selatan, Bari dan lainnya, agar pembangunan merata di Manggarai Barat dan jangan tersentral dikawasan TN Komodo.

Memberdayakan masyarakat Manggarai Barat agar menjadi pelaku usaha atau investor lokal bukan melulu sebagai karyawan swasta atau pencari kerja, sehingga investasi tidak melulu datang dari Jakarta atau asing dan masyarakat lokal menjadi penonton atau teralienasi dari tempat asalnya, sehingga konsep ekonomi kerakyatan benar-benar terwujud di daerah ini dan tentunya dari usaha masyarakat lokal tersebut PAD atau pendapatan asli daerah akan meningkat. (Ado)

Share Button

Komentar ANDA?

Tags : # #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]