Home / Hukrim / Wartawan Gadungan Tipu Biarawati Puluhan Juta

Wartawan Gadungan Tipu Biarawati Puluhan Juta

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Wartawan gadungan

Wartawan gadungan

NTTTERKINI.COM,  Kupang – Aparat kepolisian daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengamankan Jeriana Anita Sari alias Ita, warga kelurahan Kayu Putih, Kota Kupang, setelah mengaku sebagai wartawan Metro Tv dan menipu korbannya senilai Rp75 juta.

Modus yang dilakukan pelaku mengakui diri sebagai wartawan Metro TV yang dapat membantu memperlancar urusan korban untuk mendapatkan bantuan dana hibah dan menjanjikan korban lulus dalam tes menjadi pegawai imigrasi, dengan terlebih dahulu meminta uang kepada korban sebagai biaya administrasi.

Pelaku menjanjikan untuk membantu korban membuat proposal bantuan dana dari Bank Indonesia dengan diiminggi akan mencairkan dana hibah sebesar Rp 1 milyar lebih, sehingga pelaku meminta biaya administrasi sebesar Rp 40 juta.

Baca Juga :  Sengketa Tanah di Flotim, BPN: Sertifikat Sudah Prosedural

selain itu pelaku juga menipu korban lainnya dengan menjanjikan akan meloloskan korban dalam tes CPNS pegawai Imigrasi Kupang, dengan meminta imbalan sebesar Rp 35 juta. Merasa tergiur dengan bualan pelaku, kedua korban yang tidak lain adalah biarawati langsung menyerahkan uang kepada tersangka dengan total biaya yang telah diserahkan secara tunai dan transfer via rekening lebih dari Rp 75 juta.

Korban yang merasa tertipu, karena janji pelaku tidak terealisasi kemudian melaporkan kasus itu ke aparat Ppolda NTT, dan aparat kemudian melakukan penangkapan terhadap pelaku.

Kepala Bidang Humas Polda NTT, Komisaris Besar Jules Abast mengatakan hingga saat ini sudah 6 saksi yang diperiksa dan pelaku langsung ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani penahanan di Mapolda NTT. “Pelaku sudah kami tahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Jules, Kamis, 7 Desember 2017.

Baca Juga :  Polisi Cari Pelaku Pembakaran Kantor Gubernur NTT

Sementara itu salah satu biarawan suster Erna berharap agar pelaku mengembalikan semua uang yang sudah diserahkan, dan tidak lagi melakukan penipuan ini. “Kami hanya berharap uang kami bisa dikembalikan,” pintanya.

Pihak kepolisian masih menyelidiki kasus ini, karena diduga aksi ini telah dilakukan pelaku sejak lama dan ada keterlibatan jaringan lain yang ikut memperlancar modus penipuan yang dilakukan pelaku. Akibat perbuatannya pelaku terancam dikenakan pasal 378 KUHP tentang penipuan, dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (Ado)

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]