Home / Wonderful Indonesia / Wisata Religius Dibangun di Kupang

Wisata Religius Dibangun di Kupang

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Lokasi wisata religi Oebelo

Lokasi wisata religi Oebelo

NTTTERKINI.COM, Kupang – Keuskupan Agung Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) membangun lokasi wisata religius di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang diatas lahan seluas 5 hektare (ha). Wisata religius itu dinamai tempat ziarah Yesus Maria.

“Dengan adanya tempat ziarah ini, maka NTT juga memiliki tempat ziarah yang bisa dijadikan sebagai lokasi wisata religius,” kata Uskup Agung Kupang, Mgr Petrus Turang ketika memberikan keterangan pers kepada wartawan, Jumat, 25 Oktober 2013.

Lahan tempat ziarah ini, menurut dia, merupakan hibah dari seorang umat, Yoseph Soleman kepada keuskupan Agung Kupang. Melihat potensi lokasi itu, maka Keuskupan berinisiatif membangun tempat ziarah dengan bantuan dari para dermawan.

Baca Juga :  Gubernur Lampung Imbau Petani Tanam Jagung

Pembangun tempat ziarah ini dilakukan sejak 1 Oktober 2009. Lokasi ziarah ini terdapat 20 titik tempat berdoa yang dipersembahkan masing-masing paroki di Keuskupan Agung Kupang. “Ada 20 titik tempat ziarah, dan satu kapela yang dinamai St Yohanes Paulus II,” katanya.

Pembangunan tempat ziarah ini, katanya, sudah mencapai 93 persen, hanya tersisa pembangunan jalan di lokasi ziarah tersebut. Uskup optimis pembangunan ini akan selesai pada November 2013 ini. “Rencananya tempat ziarah Oebelo ini akan diresmikan pada 25 November 2013,” katanya.

Setelah diresmikan, kata Uskup Petrus, lokasi ini akan terbuka untuk umum dan tak akan dipungut biaya. Tempat ziarah ini juga bisa dijadikan sebagai lokasi wisata. “Untuk pemeliharaan, kami akan siapkan kotak kolekte. Dan, saya rasa itu cukup,” katanya.

Baca Juga :  Menpar Arief Yahya Sampaikan Quick Win Pariwisata Indonesia 2017

Ketua panitia pembangunan tempat ziarah itu, Dami Godho mengatakan pihaknya belum mengkalkulasi berapa besar dana yang telah dikeluarkan untuk membangun tempat ziarah ini, karena bahan-bahan yang ada merupakan bantuan dari donatur. “Patung Bunda Maria, misalnya, seharga Rp 160 juta disumbang oleh satu orang saja,” katanya. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]