Home / Hukrim / Yosni Mengaku Tandatangani Surat Pengantar Pungli

Yosni Mengaku Tandatangani Surat Pengantar Pungli

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Yoseph Lagadoni Herin

Yoseph Lagadoni Herin

NTTTERKINI.COM, Kupang – Bupati Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) Yoseph Lagadoni Herin mengaku menandatangi surat pengantar untuk melakukan pungutan sebesar Rp 1 juta di setiap desa di daerah itu.

“Saya tandatangani surat pengantar itu, tapi tidak tahu, kalau pungutan itu dari setiap desa,” kata Yosni saat diperiksa sebagai saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang, Rabu, 19 Februari 2014, dengan tersangka Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BKPM) Flores Timur Ramli Lamanepa.

Bupati Flores Timur Yoseph Lagadoni Herin diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi tersebut, sehingga Bupati sempat diperiksa sebagai saksi di Kejaksaan Negeri Larantuka.

Dalam persidangan yang dipimpin Hakim ketua Ida Bagus Dwiantara, didampingi dua anggota Agus Komarudin, Aznsory, dalam persidangan itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) hanya menghadirkan satu saksi yakni Bupati Flores Timur Yoseph Lagadoni Herin dengan tersangka Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BKPM) Flores Timur Ramli Lamanepa.

Baca Juga :  Napi Korupsi Bansos Sikka Meninggal

Dalam persidangan itu, Bupati Flores Timur membantah memerintahkan BKPM Flores Timur untuk memungut biaya sebesar Rp 1 juta per desa untuk kepentingan pembuatan proposal. “Saya tidak tahu, kalau ada pungutan dari desa untuk pembuatan proposal,” katanya.

Dia mengaku baru mengetahui akan adanya pungutan dari BKPM Flores Timur, setelah diminta untuk menandatangi surat pengantar untuk melakukan pungutan dari setiap desa itu.  Bupati Flores Timur juga membantah tuduhan bahwa dana tersebut dibawa ke Jakarta untuk kepentingan pembuatan proposal ke Kementrian Dalam Negeri (Kemendgari). “Saya mengetahui adanya proposal ke Jakarta, karena saya disampaikan secara lisan,” katanya.

Bupati Flores Timur diperiksa sekitar satu jam, sejak pukul 14.00-15.00 Wita. Bupati mendatangi Pengadilan Tipikor Kupang mengenakan pakaian motif daerah, sambil mengenakan kacamat putih. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]