Home / Ekbis / YPTB Pertanyakan Bagi Hasil Gas Bayu Udan di Laut Timor

YPTB Pertanyakan Bagi Hasil Gas Bayu Udan di Laut Timor

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Peta Laut Timor

Peta Laut Timor

NTTTERKINI.COM, Kupang – Ketua Yayasan peduli Timor Barat (YPTB) Ferdi Tanoni mempertanyakan dana bagi hasil produksi gas dari ladang Bayu Undan yang menjadi hak rakyat Timor bagian barat Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Yang menjadi pertanyaan, dimana dana bagi hasil itu disimpan sejak beroperasi tahun 2003,” kata Tanoni yang juga Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) itu kepada wartawan di Kupang, Minggu, 28 April 2013.

Menurut dia, ladang gas Bayu Undan tersebut telah menambahkan nilai ekspor Australia Utara sekitar 550 juta dolar Australia atau setara Rp5.5 triliun per tahun, dan telah menciptakan 80 ribu lapangan pekerjaan baru di Australia secara umum, dan 20 ribu lapangan pekerjaan di Australia Utara.

Jarak ladang gas dan minyak Bayu Undan yang terletak di Laut Timor dengan daratan Australia sekitar 502 km, sedangkan dengan Timor bagian Barat hanya 235 km dan dengan Timor Leste di ujung timur Pulau Timor sekitar 250 km.

Baca Juga :  Pelarayan Ditutup, ASDP Rugi Rp 110 Juta per Hari

Dia mengatakan untuk memproduksi gas alam Bayu Undan di Darwin, Australia Utara itu, dibangunlah pipa bawah laut sepanjang 525 km dari lokasi ladang Bayu Undan untuk menyalurkan gas alam ini ke Darwin.

Pemerintah pusat melalui Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa mengakui bahwa Ladang Bayu Undan itu adalah milik bersama rakyat Timor Barat dan Timor Leste. Dengan demikian, rakyat Timor Barat harus mendapat pembagian dari hasil produksi di Bayu Undan tersebut.

Dia menjelaskan ladang Bayu Undan dioperasikan oleh ConocoPhillips Australia itu, mengandung cadangan gas alam lebih dari 3,4 Tcf (triliun kaki kubik) dan sekitar 400 juta barel liquid hydrocarbons (LPG dan kondensat).

Baca Juga :  Kapal Tol Laut Angkut 1.800 Ton Garam dari NTT

Karena itu, dia meminta Presiden SBY untuk tidak tinggal diam dengan masalah ini, karena hal ini merupakan hak dari dari rakyat Timor bagian barat NTT yang telah dengan sengaja dikuras oleh Australia. “Jakarta tidak boleh tinggal diam dan menonton saja,” katanya.

Dia juga mendesak Australia dan Timor Leste untuk segera melakukan perundingan secara trilateral membagi hasil usaha dari ladang Gas Bayu Undan dan menetapkan bersama seluruh batas maritim yang baru di Laut Timor antar ketiga negara dengan menggunakan prinsip garis tengah (median line) sesuai dengan ketentuan hukum internasional.

“Bila ada dua negara yang saling berhadapan dan berjarak kurang dari 400 mil, maka penetepan batas maritim menggunakan garis tengah (median line),” katanya. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]