Home / Hukrim / YVM, Wanita Pembuang Bayi di Fatululi Ditetapkan Jadi Tersangka

YVM, Wanita Pembuang Bayi di Fatululi Ditetapkan Jadi Tersangka

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Polres Kupang Kota saat berikan keterangan

NTTTERKINI.COM, Kupang – YVM (24), wanita muda yang ngekos di RT42/RT13, Kelurahan Fatululi, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya ditetapkan sebagai tersangka pembuangan bayi di daerah itu.

“Yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun belum ditahan karena masih dalam masa perawatan dan pemulihan di Rumah Sakit Bhayangakara Titus Uly Kupang, pasca melahirkan,” kata Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Bobby Jacob Mooy Nafi, Senin, 9 September 2019.

Dia menambahkan, pihaknya sudah memeriksa empat saksi sudah dimintai keterangan termasuk sang pacar, yang sudah memiliki istri. Sementara jasad bayi tak berdosa itu akan diotopsi oleh tim dokter Rumah Sakit Bhayangakara Titus Uly Kupang.

Baca Juga :  Tedys Bar Batal Dieksekusi

“Kami akan lakukan otopsi terhadap jasad bayi. Kami masih ajukan ke Bidokes Polda NTT. Waktunya kami belum bisa pastikan, mungkin besok atau lusa kami akan lakukan autopsi untuk pastikan penyebab meninggalnya bayi dan apakah bayi itu lahir dalam keadaan hidup atau mati,” ujarnya.

Saat ini polisi sementara melakukan proses penyidikan, sehingga tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dalam kasus ini.

Tersangka YVSM dijerat dengan pasal 80 ayat 3 UU Perlindungan Anak dan 341 KUHP, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sebelumnya, warga RT 42 RW 13, Kelurahan Fatululi, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, digegerkan dengan ditemukannya jasad bayi dalam karung, yang dibuang di dalam tempat penampungan sampah, Minggu, 8 September 2019.

Baca Juga :  Jonas: Buruknya Drainase Sebabkan Banjir

Ketut Satriana yang pertama kali melihat jabang bayi ini menjelaskan, ketika hendak membersihkan lahan, ia mencium bau tak sedap didalam tempat sampah. Karena menaruh curiga, Ketut Satriana kemudian menghampiri sebuah karung lalu membuka isinya.

“Saya buka karungnya pakai kayu, ternyata mayat bayi sehingga saya langsung lapor ketua RT untuk menghubungi polisi,” ucapnya. (*/Ado)

Share Button

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]